BREAKINGNEWS.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang memutuskan bakal mengadakan pemungutan suara ulang Pilbup Jombang 2018 di TPS 1 Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto. Pemungutan suara ulang tersebut digelar karena ada penggelembungan suara di TPS tersebut. "Kami melaksanakan rekomendasi Panwascam Jogoroto, kami akan melaksanakan PSU di TPS 1 Desa Tambar," kata Komisioner Divisi Teknis KPU Jombang Djafar, Sabtu (30/6/2018).

Djafar melanjutkan, pemungutan suara ulang Pilbup Jombang, bakal digelar di TPS 1 Desa Tambar, pada Minggu (1/7/2018) mulai pukul 07.00 WIB. Dia memastikan tidak ada kendala anggaran untuk pemungutan suara ulang di satu TPS tersebut.

Bahkan surat suara di TPS 1 Desa Tambar sudah dicetak sesuai jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Hari ini pihaknya melakukan persiapan akhir untuk melaksanakan pemungutan suara ulang. "Terkait petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) untuk pemungutan suara ulang di TPS 1 Desa Tambar, hari ini kami plenokan untuk memutuskan tetap atau diganti," terangnya.

Djafar juga memastikan di TPS 1 Desa Tambar tidak bakal mengganggu tahap rekapitulasi suara di tingkat KPU Jombang. Menurut Djafar, rekapitulasi hasil Pilbup Jombang ataupun Pilgub Jatim 2018 tetap bakal digelar antara 4-6 Juli 2018. "Kalau besok pemungutan suara dilaksanakan, maka rekapitulasi di PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) Jogoroto tanggal 2 Juli. Kemudian kami menunggu barangkali ada perbaikan dan sebagianya. Insyaallah rekapitulasi di tingkat KPU Jombamg tidak akan mundur," tandasnya.

Penggelembungan suara di TPS 1 Desa Tambar hanya terjadi pada Pilbup Jombang. Daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 1 Desa Tambar sebanyak 497 orang. Dari jumlah tersebut, 308 orang datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Tetapi ketika dilakukan penghitungan pada Rabu (27/6./2018), jumlah surat suara yang telah dicoblos di dalam kotak suara Pilbup Jombang sebanyak 333 lembar.

Terdiri dari 148 surat suara memilih pasangan nomor urut 1 Mundjidah Wahab-Sumrambah, serta 115 suara pasangan nomor urut 2 Nyono Suharli-Subaidi Muchtar. Sebanyak 36 suara untuk pasangan nomor urut 3 Syafiin-Choirul Anam, serta 34 suara tidak sah. Artinya, ada 25 surat suara yang sengaja ditambahkan di dalam kotak tersebut.