BREAKINGNEWS.CO.ID - Sejumlah massa dari Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (Jari 98) mendatangi Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangan mereka ke gedung tersebut tak lain untuk menyuarakan kepada masyarakat untuk memilih capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Aksi mereka pun disampaikan dalam sebuah deklarasi.

Sebelumnya, mereka juga sudah mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon presiden wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dalam kesempatan tersebut mereka juga sekaligus memperkenalkan tagline barunya yakni 'Jangan Lupa Coblos Jokowi, Jangan Coblos Prabowo! Apalagi Calegnya'.

Ketua Presidium Jari 98, Willy Prakarsa menegaskan alasan memilih Jokowi lantaran telah melakukan banyak terobosan selama menjabat. Salah satunya soal pemerataan pembangunan infrastruktur. 

"Simple buat kita coblos Jokowi, jangan coblos Prabowo apalagi caleg-calegnya. Kalau beliau (Jokowi) aku yakin lanjut periode kedua, di 17 April 2019. Beliau tipikal pekerja kok," kata Willy saat acara deklarasi di Gedung Joeng 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019). 

Lebih lanjut, Willy mengaku ada oknum caleg yang terkesan memamfaatkan momentum menjelang Pileg 2019 untuk mendulang suara. Bahkan tidak serius membantu rakyat dari relung hatinya yang terdalam. Hal ini kemudian membuat pihaknya merasa kecewa dengan para caleg. 

"Karena mereka tidak ada rasa empati kepada masyarakat. Ketika ada nyamuk DBD, warga meninggal, kemudian dirawat, tidak ada inisiatif mereka untuk beli alat fogging, harusnya itu dihadiri momentum pencitraan mereka, tapi itu sama sekali engak ada. Jadi inilah kami-kami melahirkan antipati terhadap oknum-oknum caleg tersebut," imbuhnya. 

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Sekjen Jari 98 Ferry Supriadi menyesalkan adanya caleg dari partai pendukung petahana yang tidak serius memenangkan Jokowi. Hal itu dapat ditelisik dari tidak adanya foto Jokowi-Ma'ruf dalam poster para caleg. 

"Ada sesuatu hal yang terjadi di lapangan, tidak ada satupun caleg yang menaruh foto Jokowi ini seperti ketakutan. Hasil pantauan kami didaerah tidak ada keseriusan dari caleg untuk mengusung Jokowi, melihat spanduk mereka hanya mementingkan diri nya sendiri. Maka kami dari jari 98 mengambil sikap yang penting kita dukung Jokowi tidak perduli dengan caelg nya," tutupnya.