BREAKINGNEWS.CO.ID - Jakarta dan beberapa kota besar lainnya diguncang demo dalam beberapa hari terakhir. Aksi unjuk rasa ini tidak hanya dilakukan oleh kalangan mahasiswa, namun juga unsur pelajar, khususnya di ibu kota. Mereka terlihat menggelar sejumlah aksi layaknya mahasiswa yang menyampaikan berbagai tuntutan, misalnya dengan menyanyikan yel-yel dan memblokade jalan.

Sangat disayangkan jika saat menyuarakan aspirasinya, para pelajar sekolah berseragam OSIS dan pramuka itu juga melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan yang dalam hal ini adalah anggota kepolisian. Buntutnya, polisi menangkap sejumlah pelajar, sebelum sebagian besar dipulangkan.

Aksi dari para pelajar tersebut bagaimanapun merupakan pemandangan langka yang tidak selalu terjadi dalam aksi-aksi damai unjuk rasa selama ini. Apalagi jika tuntutan yang disampaikan begitu kompleks dan bukan masalah ringan.

Menyikapi aksi unjuk rasa yang terjadi tiga hari terakhir ini, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie menyampaikan keprihatinannya. "Sangat disayangkan kalau ada kekerasan," ungkap Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar periode 2009-2014 itu.

ARB, sapaan akrab dari pemilik Grup Bakrie itu, mengetuk hati para pelaku aksi unjuk rasa maupun aparat keamanan untuk sama-sama tidak bersikap keras.

"Aksi unjuk rasa harus dilakukan secara damai. Dalam menyampaikan pendapat hendaknya tidak bersikap anarkis, apalagi sampai merusak fasilitas umum," jelas ARB dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/9/2019).

Di sisi lain ARB mengimbau aparat keamanan, baik anggota kepolisian atau TNI, menjauhi sikap refresif dalam menghalau aksi-aksi demo tersebut. Tindakan persuasif tetap harus lebih diutamakan. "Bagaimanapun mereka anak-anak muda, anak-anak kita, harapan bangsa di masa depan," jelas ARB.

Dia juga mengingatkan adanya aturan dalam menyampaikan aspirasi, yakni maksimal dilakukan hingga pukul enam sore. "Aksi unjuk rasa damai harus dilakukan sesuai ketentuan, tidak boleh sampai malam apalagi tengah malam," ujar kakek dari sembilan cucu ini.

"Yang paling penting jangan sampai aksi-aksi unjuk rasa itu merusak fasilitas umum, anarkis, dan merugikan kita semuanya," pesan ARB.