MEDAN - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara terus erupsi sejak pagi tadi. Tercatat hingga sore ini lebih dari 20 kali gunung setinggi 2. 460 Mdpl itu mengeluarkan material vulkanis. Imbasnya, wilayah Kabupaten Karo diselimuti abu vulkanis.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo sudah turun ke lokasi-lokasi yang paling parah terdampak abu vulkanis. Tim melakukan sosialisasi bahaya abu vulkanis bila terhirup oleh manusia.

" Dari pagi tadi Sinabung terus erupsi. Abu vulkanik turun cukup tebal di Berastagi dan wilayah Karo lainnya, " tutur Kepala Pelaksana BPBD Karo, Martin Sitepu saat dikonfirmasi, Rabu (2/8/2017).

Di Kecamatan Berastagi abu vulkanis yang turun cukup tebal hingga menutupi rumah warga dan kendaraan. BPBD Karo dan pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk menanggulangi dampak erupsi Sinabung sepanjang hari ini. Berbagai peralatan untuk membersihkan abu telah disiapkan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hujan abu menyebar di beberapa tempat seperti di Desa Perbaji, Sukatendel, Temberun, Perteguhen, Kuta Rakyat, Simpang Empat, Tiga Pancur, Selandi, Payung, serta Kuta Gugung.

Masyarakat memerlukan masker dan air untuk membersihkan lingkungan. BPBD Karo dengan TNI, Polri, Dinas Kesehatan serta SKPD lain, relawan, dan masyarakat telah membagikan masker, pembersihan jalan dan lahan, pembersihan aset-aset pemerintah (pasar dan tempat umum lainnya), dan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memasuki zona merah.

" Abu masih selalu turun. Kami mengimbau warga gunakan masker. Dan jangan keluar rumah dulu karena abu vulkanik berbahaya untuk pernapasan dan mata, " pungkas Martin.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo ini terus erupsi sejak September 2013. Letusan yang terus-terusan dan materialnya membayahakan jiwa, memaksa warga sekitar kaki gunung mengungsi hingga akhirnya direlokasi ke tempat lain. Selain itu, belasan orang dilaporkan meninggal akibat tersapu awan panas pada tahun lalu .