BREAKINGNEWS.CO.ID- Kelompok masyarakat yang menamakan diri 'Harimau Jokowi' menggugat capres Prabowo Subianto soal penyataan selang cuci darah di RSCM dipakai 40 kali. Prabowo digugat untuk ganti rugi senilai Rp 1,5 triliun terkait penyataannya itu.
 
Namun Prabowo sebagai tergugat dalam dalam sidang pertama Perkara Gugatan Perdata No. :76/Pdt.G/2019/PN.JAK.Sel Tentang Perbuatan Melawan Hukum (PMH) tidak hadir. 
 
Menurut Koordinator Kuasa Hukum Penggugat, Petrus Selestinus, tindakan Prabowo tersebut merupakan sikap dan tindakan yang tidak beretika dan tidak menaruh rasa hormat terhadap Martabat Lembaga Peradilan serta tidak menghargai Kepentingan Publik yang sedang digugat. 
 
"Memang di dalam ruangan sidang ada beberapa orang yang hadir dan mengaku sebagai Kuasa Hukum Prabowo Subianto sebagai Tergugat I. Akan tetapi karena kehadirannya tanpa disertai dengan Surat Kuasa Khusus untuk mewakili Prabowo Subianto, baik sebagai Capres 2019 maupun sebagai Ketua Umum DPP Partai Gerindra, maka Majelis Hakim menganggap Prabowo Subianto tidak menghadiri persidangan perdana perkara Gugatan tersebut," ujar Petrus kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/2/2019). 
 
Lanjut Petrus, ketidakhadiran Prabowo Subianto, pertanda rendahya tanggung jawab seorang Capres terhadap kepentingan publik dan juga rendahnya kapasitas kenegarawanan seorang Capres.
 
Begitu pula kata Petrus dengan DPP. Partai Gerindra sebagai Tergugat II dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sebagai Tergugat III, yang meskipun telah dipanggil secara patut oleh Majelis Hakim, namun sama sekali tidak memenuhi panggilan persidangan tanpa memberikan alasan tentang ketidakhadirannya.
 
"Bahkan tidak mengirim Kuasa Hukumnya untuk memenuhi panggilan Majelis Hakim," katanya  
 
Padahal kata Petrus, gugatan yang dilayangkan oleh Ormas Harimau Jokowi bermuatan kepentingan publik, sehingga menuntut pertanggungjawaban atas hak-hak publik yang dirugikan akibat ucapan dan sikap Prabowo Subianto yang tidak mengandung kebenaran (Berita Hoax).
 
Hal tersebut kata Petrus berdampak pada ketidakpercayaan publik yang meluas terhadap pelayanan publik yang diemban oleh Pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta sebagai Rumah Sakit Pemerintah yang dengan sungguh-sungguh telah memberikan pelayanan terbaiknya kepada pasien cuci darah bagi warga di seluruh DKI Jakarta bahkan di luar Jakarta.
 
"Pihak yang menjadi korban akibat Berita Hoax yang diucapkan Prabowo Subianto adalah Pemerintah, RS. Cipto Mangunkusumo, Para Pasien Cuci Darah dan Masyarakat," tegasnya.