BREAKINGNEWS.CO.ID - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, pada Minggu (10/3/2019) menunjuk salah satu ekonom loyalisnya, Mohammed Shtayyeh. Mohammed ditunjuk untuk menempati posisi perdana menteri (PM) negara tersebut.

Shtayyeh dikenal sebagai salah satu tokoh dominan di faksi Fatah. Penunjukkan Shtayyeh mengisi jabatan yang telah ditinggalkan Rami al-Hamdallah itu pun dinilai akan menghambat rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas.

Rami al-Hamdallah mundur dari jabatan perdana menteri pada akhir Januari 2019 lalu. setelah Komite Sentral Fatah merekomendasikan pembentukan pemerintah yang terdiri dari perwakilan faksi-faksi di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan tokoh-tokoh independen.

Faksi Hamas dan Fatah elah berselisih sejak 2007 lalu, dan sejumlah upaya rekonsiliasi telah dilakukan namun belum maksimal. Mengutip dari Reuters, lewat stasiun televisi Palestina, Shtayyeh mengatakan setelah ditunjuk jadi PM yang baru dia pun akan segera memulai konsultasi antarfaksi dalam PLO.

Sejauh ini, Shtayyeh dikenal luas sebagai seorang ekonom juga teknokrat. Sebelum ditunjuk jadi PM oleh Abbas, Shtayyeh tengah memimpin Dewan Ekonomi Palestina untuk riset dan pengembangan. Itu adalah sebuah badan yang dibangun PLO pada 1993 silam.