JAKARTA- Perwakilan Facebook Indonesia akhirnya menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR pada Selasa (17/4/2017). Komisi I DPR mengundang Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia hari ini terkait konfirmasi kebocoran sejuta pengguna Facebook Indonesia.
 
Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari mengatakan, terdapat 748 orang di Indonesia menggunakan sebuah aplikasi bernama "this is your digital life" yang dikembangkan oleh Aleksandr Kogan. 
 
"Kami mengetahui bahwa 748 orang di Indonesia telah memasang aplikasi ini selama tersedia di platform facebook (dari November 2013 saat aplikasi tersedia sampai dengan tanggal 17 Desember 2015) atau 0,25 % dari total pemasangan aplikasi ini di seluruh dunia," ujar Ruben dalam pemaparannya. 
 
Selain itu Ruben menuturkan, pihaknya juga telah mendeteksi dan menemukan tambahan sebanyak 1.095.918 orang dari Indonesia yang berpotensi terkena dampak, sebagai teman dari pengguna aplikasi. 
 
"Sehingga total 1.096.666 orang di Indonesia yang terkena dampak atau 1,26 % dari total jumlah orang yang terkena dampak secara global," katanya. 
 

Asal muasal kebocoran masif data Facebook ini diungkap oleh Christopher Wylie, mantan kepala riset Cambridge Analytica, pada koran Inggris, The Guardian, Maret 2018 lalu. 

Menggunakan aplikasi survei kepribadian yang dikembangkan Global Science Research (GSR) milik peneliti Universitas Cambridge, Aleksandr Kogan, data pribadi puluhan juta pengguna Facebook berhasil dikumpulkan dengan kedok riset akademis.

Data itulah yang secara ilegal dijual pada Cambridge Analytica dan kemudian digunakan untuk mendesain iklan politik yang mampu mempengaruhi emosi pemilih. 

Konsultan politik ini bahkan menyebarkan isu, kabar palsu dan hoaks untuk mempengaruhi pilihan politik warga. Induk perusahaan Cambridge Analytica yakni Strategic Communication Laboratories Group (SCL) sudah malang melintang mempengaruhi pemilihan di 40 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.