JAYAPURA – Sebanyak 58 orang prajurit TNI dianugerahi kenaikan pangkat luar biasa (KPLB), usai melaksanakan pembebasan pada 344 warga yang sampai kini terisolasi di Kampung Kimbely serta Banti, Kecamatan Temabagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Mereka sebelumnya disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menguasai daerah itu.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo didampingi istri serta pejabat di lingkungan Mabes TNI dan Danjen Kopasus Madsuni, menyerahkan langsung kenaikan pangkat itu dalam upacara yang digelar di Kampung Utikini, Minggu (19/11/2017).

“Ya, ada 58 orang prajurit TNI hari ini mendapat kenaikan pangkat satu tingkat dari pangkat sebelumnya atau menerima KPLB,” ungkap Juru Bicara Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhamad Aidi, Minggu siang.

Aidi menjelaskan 58 prajurit TNI yang mendapatkan penghargaan hanya berpangkat Bintara serta Tamtama. Sedangkan lima orang perwira TNI menolak terima penghargaan itu dari pimpinan.

“Seharusnya ada 63 anggota TNI yang mendapat kenaikan pangkat. Tapi lima perwira enggan menerimanya, dengan alasan keberhasilan evakuasi sandera itu adalah keberhasilan anggotanya. Sedangkan kegagalan itu tanggungjawab pimpinan. Lalu semua perwira sepakat untuk menolaknya,” katanya.

Meskipun 58 prajurit TNI mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa, lanjut Aidi, seluruh pasukan TNI yang ikut serta dalam operasi terpadu, hingga sekarang ini masih tetap terus melaksanakan tugasnya.

“Semua prajurit TNI yang bertugas, baik mereka yang menerima penghargaan dan yang tidak menerima penghargaan, masih terus bertugas, guna memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.