JAKARTA-Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan ada sebanyak 14.000 warga Jakarta menderita ganguan jiwa mulai dari gejala ringan hingga yang paling berat.

"Total iya total (14.000). Tapi kemarin yang didata di KPLDH 4600an ya. kalau dilihat keseluruhan 10.000. Jadi jumlahnya memang banyak ODGJ. Jadi saya bilang angkanya 20 persen, kalau di sini (Balai Kota) aja mungkin ada 3-4 orang ada gangguan jiwa," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Sandiaga menuturkan, angka 14.000 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) itu didapat dari Dinas Kesehatan Jakarta dengan program ketuk pintu layani dengan hati. Data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Jakarta tahun 2018 merujuk angka 14.000.

"Untuk tahun sekarang 14.000 itu dari Dinas Kesehatan dari ketuk pintu layani dengan hati," tutur dia.

Dari 14.000 penderita gangguan jiwa, ada 10 persen penderita harus dilakukan rawat inap namun hingga kini Rumah Sakit Jiwa di Jakarta belum semuanya bisa menyediakan ruang rawat inap. Hal itu menjadi salah satu pekerjaan rumah Pemprov DKI Jakarta untuk memfasilitasi penderita gangguan jiwa.

"Kapasitasnya sangat rendah ya. Kalau enggak salah malah rawat inapnya enggak ada. Jadi itu nanti yang jadi PR (pekerjaan rumah) bagi kita di RS Duren Sawit," terangnya. 

Untuk penyebab gangguang jiwa, Sandiaga menyebut ada berbagai faktor diantaranya himpitan ekonomi, kehidupan sosial, keturunan, stress, gagalnya kisah percintaan, depresi dan skizofrenik.