BREAKINGNEWS.CO.ID - Setelah sukses dengan gelaran perdana pada September lalu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerjasama dengan Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Utara (Sumut) kembali menyelenggarakan Liga Pora OPUD (Olahraga Prestasi Unggulan Daerah) II di GOR Serbaguna Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, 25-28 November 2019.

Event yang mengusung tema "Mengantarkan Prestasi Olahraga Daerah Menuju Dunia" ini kembali disambut antusias oleh para pesilat dari puluhan kabupaten/kota se-Sumut. Total ada 335 pesilat yang bersaing menjadi juara di 16 kelas yang dipertandingkan.

Ditemui usai acara pembukaan, Kepala Bidang Olahraga Prestasi Olahraga Kemenpora, Risdiamon melalui Kepala Sub Bidang Pengembangan Olahraga Prestasi Daerah, Yuslan Kisra mengatakan digelarnya Liga Pora OPUD bertujuan untuk menggali potensi atlet daerah. Ini sejalan dengan amanah dalam Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional No 3 Tahun 2005 tentang peningkatan prestasi olahraga daerah.

"Melalui penyelenggaraan Liga Pora OPUD yang telah memasuki edisi kedua, Kemenpora ingin menggairahkan kompetisi di daerah. Tujuannya untuk menggali potensi atlet daerah. Melalui Liga Pora ini Kemenpora ingin memberi wadah dan kesempatan kepada para atlet daerah untuk mengasah kemampuannya," kata Yuslan Kisra di GOR Serbaguna Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut, Selasa (26/11/2019).

"Kita harapkan, nantinya, para atlet berprestasi dari daerah dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KONI Sumut, John Ismadi Lubis dalam sambutannya saat membuka event menyampaikan terimakasih kepada Kemenpora yang telah memberikan kesempatan kepada para pesilat muda Sumut untuk menempa kualitas teknik dan fisik serta menambah jam terbangnya dalam Liga Pora OPUD II.

"Terimakasih kepada Kemenpora yang telah memberikan kesempatan kepada para pesilat Sumut untuk mengasah kemampuan dalam Liga Pora OPUD ini. Apalagi kita tahu tidak semua cabang olahraga mendapatkan kesempatan yang baik ini. Jadi kita harapkan para atlet dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," kata John.

Hal senada disampaikan Ketua Umum IPSI Sumut, Dahliana. "Kami sangat berterimakasih kepada Kemenpora yang telah memberi kepercayaan dan kesempatan kepada IPSI Sumut untuk menyelenggarakan Liga Pora OPUD cabang silat. Ini wadah yang sangat positif untuk meningkatkan prestasi atlet daerah. Karena dengan mengikuti kompetisi ini para atlet di daerah dapat menguji hasil latihan yang selama ini dijalaninya di perguruan masing-masing. Sehingga ke depan, kualitas teknik dan fisik mereka akan semakin meningkat dan pada akhirnya dapat bersaing di tingkat nasional dan internasonal," tutur Dahliana yang merupakan salah satu legenda silat Indonesia.

Mantan juara dunia silat tiga kali pada 1986, 1990 dan 1993 ini menjelaskan Liga Pora II OPUD diikuti sebanyak 33 tim atau perguruan dengan 335 pesilat yang terdiri dari 252 pesilat putra dan 71 pesilat putri. Mereka bersaing untuk menjadi yang terbaik di 16 kelas yang dipertandingkan di kelompok putra dan putri. Di bagian putra mempertandingkan kelas A sampai I. Sementara di bagian putri mempertandingkan kelas A sampai F.

Selain mendapatkan medali dan piala. Guna memotivasi pembinaan di daerah, Kemenpora juga telah menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan untuk tim/perguruan yang meraih gelar juara umum, peringkat kedua dan ketiga dengan rincian Rp 7,5 juta (juara umum), Rp 5 juta (peringkat dua) dan Rp 3 juta (peringkat tiga).