BREAKINGNEWS.CO.ID - Sejak resmi diperkenalkan ke awak media dan publik pada Rabu, 11 Juli 2018 lalu, para kontestan resmi di karantina untuk mendapatkan berbagai keterampilan serta ilmu dari para ahli di bidangnya. Hal itu juga termasuk dalam penilaian dari para dewan juri untuk menentukan finalis yang akan masuk dalam 10 besar di malam penobatan 21 Juli 2018 mendatang di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Salah satu poin penting lainnya adalah acara yang digelar pada malam tadi, Senin (16/7/2018) di Hotel Sari Pasific, Jakarta.

Acara preliminary tersebut menampilkan 30 finalis Miss Grand Indonesia dalam balutan kostum daerah masing-masing, dan dilanjutkan dengan evening gown yang semakin menunjukan kecantikan para finalis sambil berlenggak-lenggok di atas catwalk. Tampil dengan kostum tradisional, masing-masing finalis dituntun untuk bisa merepresentasikan provinsi yang mereka wakili melalui kostum tersebut, baik dari kain yang digunakan, motif, warna dan lainnya di malam Preliminary Miss Grand Indonesia 2018 ini.

Berikut potret para finalis di malam Preliminary Miss Grand Indonesia 2018:

1. Miss Grand Aceh, Eggy Fegry L. P

Eggy Fegry L. P.


Sebagai Penerima dan Pengantar tamu penting dalam acara adat istiadat di Nahro Aceh Darusalam.

2. Miss Grand Bali, Putu Ayu S. D. P.

 

Putu Ayu S. P. D.

Kostum yang mengambarkan keagungan dan kesucian dari Sanghyang Aji Saraswati yang merupakan dewi ilmu pengetahuan dalam acara agama Hindu.

3. Miss Grand Bangka Belitung, Kenya Nidia

Kenya Nidia.

Liufo dalam bahasa Tionghoa Bangka yang berarti naga, hewan naga dianggap sebagai hewan yang paling agung oleh masyarakat keturuman Tinghoa, masyarakat Bangka mengartikan naga sebagai sebuah lambang keberuntungan dan keanggunan.

4. Miss Grand Banten, Brenda Theresa

Brenda Theresa.

Menggunakan baju encim berwarna warni, menggambarkan keceriaan muda-mudi Banten, kain ini merupakan kain khas Banten yang asalnya dari Kabupaten Tanggerang.

5. Miss Grand Bengkulu, Nadia Purwoko

 

Pakaian wanita adat Bengkulu, baju kurung lengan panjan yang terbuat dari lempengan uang logam yang menandakan kemakmuran

6. Miss Grand Daerah Istimewa Yogyakarta, Callista Zahra

 

Kenyo yang berarti gadis atau putri. Kostum ini dengan keelokan kain lurik yang dikenakan seorang putri yang peduli pada budaya dan lingkungannya. Kain lurik salah satu kain yang banyak dijumpai di Yogyakarta, sebagai kain khas, kain lurik memiliki makna ketulusan, kelurusan dan keteguhan hati seorang gadis.

7. Miss Grand Jakarta, Stephanie C. M.

 

Batik Betawi merupakan kain khas DKI Jakarta, terdapat motif ondel-ondel yang merupakan salah satu ikon budaya betawi, kembang kelapa yang mefupakan kearifan lokal masyarakat betawi.

8. Miss Grand Jambi, Rismawati

 

The Queen of Suku Anak Dalam, suku anak dalam salah satu suku yang hampir punah dipedalaman hutan Sumatera dan lebih banyak mereka mendiami hutan di sekitar Provinsi Jambi. Tradisional kostum yang bertajuk The Queen of Suku Anak Dalam sekitanya mampu menjadi wakil dari suara-suara hutan Jambi bahwa mereka ingin sama seperti kita.

9. Miss Grand Jawa Barat, Mentari Novel

 

Ratu Graeni merupakan ratu dari kerajaan sunda Medang Kamulan, ratu Graeni dengan karakter kuat, berani, lincah dan anggun.Karakter tersebut digambarkan pula dengan keberaniannya untuk melawan musuhnya.

10. Miss Grand Jawa Tengah, Bunga Ghassani

 

Srikandi Senopati, diambil dari cerita Pewayangan Mahabrata, ia merupakan panglima perang Bharatayuda, Srikandi adalah sosok satria wanita yang paling dikenal membela kebenaran.

11. Miss Grand Jawa Timur, Rizky Maylina

 

Dengan corak kahulugan yang banyak ditemukan di candi-candi Singosari, yanh menguatkan pemahaman, yang merupakan corak batik tertua di Indonesia.

12. Misa Grand Kalimantan Barat, Vegiananda E.

 

Terinspirasi dari keaneka ragaman seni dan budaya di Kalimantan Barat, mengangkat unsur warna hijau, kuning, hitam dan putih yang memiliki arti kesuburan, kegembiraan,kebahagiaan, abadi dan suci

13. Miss Grand Kalimantan Selatan, Raeflana R.

 

The Harfelly of Kakanjaran dance, terinspirasi dari keanekaragaman seni dan budaya yang berasal dari Hulu Sungai Selatan provinsi Kalimantan Selatan. Tari Kanjar atau Kakanjaran merupakan tarian tradisional yang mengambarkan gotong royong.

14. Miss Grand Kalimantan Tengah, Susan Yuliana

 

Kamelo Singamenteng, menunjukan sosok perempuan Dayak yang selain anggun dan bersahaja memiliki kemampuan dan menjaga diri.

15. Miss Grand Kalimantan Timur, Amel Barack

 

The power of Kancen Papatare Dance, terinspirasi dari aneka ragam seni dan budaya di Kalimantan Timur. Tari Kancen Papatere atau sering disebut dengan tari perang menceritakan seorang pahlawan suku dayak yang akan berperang melawan semua musuhnya.

16. Miss Grand Kalimantan Utara, Gabriella A.

 

Lenggang putri enggang, keelokan lenggang lenggok putri burung enggang yang selain cantik dan tangguh tapi tetap peduli kelestarian alamnya.

17. Miss Grand Kepulauan Riau, Arneta D. T.

 

Elang Perkasa, burung raksaksa yang dituggangi sang Nila umpama yang pada akhirnya diwariskan kepada putranya, Hang Tuah yang merupakan pahlawan tokoh legendaris pada masa pemerintahan Malaka.

18. Miss Grand Lampung, Sevin Dwi P.

 

Terinsipirasi dari Milur yang merupakan salah satu ciri khas dari adat istiadat budaya Lampung.

19. Miss Grand Maluku, Angelika S.

 

Lele Maluku merupakan nama budaya di daerah Tanimbar, yang melengenda tokoh dua insan, Talelenan dan Amonghuanan yang merupakan titipan dewaka.

20. Miss Grand Nusa Tenggara Barat, Ni Komang S. M. D. L

 

Terinspirasi dari putri Mandalika, seorang putri yang tidak hanya berparas cantik tetapi juga berkpribadian baik, sifatnya yang sopan dan ramah kesemua orang.

21. Miss Grand Papua, Debora

 

Hubungan erat masyarakat alam untuk memenuhi keburuhan sandang dimana aksesorisnya terbuat dari bahan alami dari alam.

22. Miss Grand Papua Barat, Hermi M.

 

Baju yang terbuat dari nopen khas tradisional yang terbuat dari tali rotan kelambangan alam di Papua Barat.

23. Miss Grand Riau, Diana Hariaty S.

 

Brisis Downad of Barembai, adalah motif pakaian Kabupaten Kuantan Singingi, pakaian barembai dipakai oleh kaum wanita.

24. Miss Grand Sulawesi Barat, Andini Aprilia

 

Baju boko (baju pokkoq) sebagai atasan dan lipaq saqbe sebagai bawahan berwarna cerah, sarung sutra khas mandar yang dibuat teknik tenun khas tradisional.

25. Miss Grand Sulawesi Selatan, Rahmayani

 

The Magical of Bissu, pakaian tradisional para bissu di masyatakat Bugis. Saat upacara sakral dalam masyarakat bugis saat itu. Bissu memiliki posisi penting dalam sebuah kerajaan, mereka dianggap sosok peran sakra sebagai upacara adat juga sebagai pemimpin keagamaan kerajaan.

26. Miss Grand Sulawesi Tenggara, Lupita Randawi

 

Terinspirasi dari Sri Ratu Wekoila, ratu kerajaan Konawe provinsi Sulawesi Tenggara.

27. Miss Grand Sulawesi Utara, Sabrina Malik

 

Kabasaran merupakan tarian tradisional Minahasa, menggunakan kostum merah dengan dekorasi tangkorak dibagian dada, membuat kesan darah prajurit zaman dahulu dengan gerakan perkelahian ayam.

28. Miss Grand Sumatera Barat, Nada Ferlysia

 

Warna emas pada bagian baju melabangkan kebahagiaan, Suntiang hiasan cantik diatas kepala anak daro atau pengantin wanita, Suntiang berasal dari daerah Padang dan Pariaman, Suntiang memiliki tingkatan lebih dari satu dan jumlahnya harus ganjil.

29. Miss Grand Sumatera Selatan, Putri Azizah

 

Tanggai merupakan tarian khas Palembang untuk menyambut tamu, busana bercorak emas ini terbuat dari tembaga yang dikenakan Sumatera Selatan. Setiap saling menghormati, menghargai dan rasa kasih sayang.

30. Miss Grand Sumatera Utara, Vivi Wijaya

 

Burung Elang adalah spesies burung yang banyak tersebar di seluruh Indonesia, merupakan simbol keberanian, nasional kostum yang dipadukan ddngan uros yang merupakan kain tradisional suku Batak yang terdiri dari warna hitam putih merah dan emas yang merupakan simbol dari kematian, kesucian, kekayaan.