Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat meringkus sebuah kapal yang mengangkut 120 ton rotan. Kapal KLM Anugrah Maulana II GT 88 berhasil dicegah tim patroli Bea Cukai di perairan Padangtikar Kalimantan Barat, karena diketahui berasal dari Kumai dan akan meluncur ke daerah Sibu, Malaysia.

Kepala Kantor Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat Saipullah Nasution mengungkapkan penangkapan kapal tersebut dilakukan sekitar pukul 14.30 WITA Selasa (6/6/2017). Penangkapan dilakukan saat petugas menggelar patroli laut.

"Masyarakat memberikan informasi bahwa terdapat kapal bermuatan rotan yang diduga menuju Malaysia," ungkap Saipullah dalam rilisnya, Jumat (9/6/2017).

Berdasarkan info tersebut, Kapal Bea Cukai BC 8005 melakukan penyisiran jalur yang diduga dilalui kapal pengangkut rotan tersebut. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap kapal tersebut, di balik terpal di atas kapal tersebut kedapatan muatan rotan dengan jumlah 2.800 bundel dengan berat kurang lebih 120 ton.

"Rotan merupakan komoditi yang dilarang untuk diekspor sesuai dengan Peraturan Kementerian Perdagangan," tegas Saipullah.

Tim kemudian membawa kapal beserta kru kapal ke Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat untuk diperiksa lebih lanjut. Nilai barang bukti diperkirakan mencapai satu miliar.

Atas kasus ini, para pelaku diduga telah melanggar Undang-Undang Kepabeanan pasal 102A di mana para pelaku akan dijerat ancaman pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun serta pidana denda Rp 50 juta hingga Rp 50 miliar.