Situbondo - Berdalih menginginkan penuhi keperluan lebaran, beberapa wanita disangka PSK di Situbondo nekat beroperasi. Tetapi, waktu asik mengais rejeki, sejumlah 10 wanita itu malah terjaring razia penyakit orang-orang (pekat) yang dikerjakan Satpol PP Situbondo.

Mereka tepergok waktu 'buka praktek' di jejeran warung remang-remang, di pinggir jalan raya pantura lokasi barat Situbondo. Demikian terjaring, 10 wanita disangka PSK itu segera digiring ke kantor Satpol PP Situbondo. Ditempat ini, mereka didata serta di beri pembinaan. Selanjutnya, mereka bakal dipulangkan lewat kepala desa asal rumahnya semasing.

" Namun sebelumnya itu mereka harus juga menuliskan surat pernyataan akan tidak mengulangi tindakannya, " kata Kepala Satpol PP Situbondo, Masyhari, Rabu (7/6/2017).

Tetapi sebelumnya dipulangkan, 10 wanita disangka PSK itu mesti melakukan kontrol kesehatan oleh petugas medis dari Puskesmas Kota Situbondo. Kontrol dikerjakan di kantor Satpol PP dengan pengambilan sampel darah dari semasing wanita yang diamankan.

" Kontrol ini untuk tahu apakah mbak-mbak ini ada yang terserang infeksi penyakit seksual. Bila ada, pasti bakal dikerjakan aksi kelanjutan. Salah satunya yaitu penyembuhan. Namun sesuai sama SOP serta kode etik, saya tidak dapat mengemukakan hasil kontrol ini, " kata Kepala Puskesmas Situbondo, Mince Hendrayani, di kantor Satpol PP.

Info mengatakan, 10 wanita nakal itu digerebek aparat Satpol PP waktu lakukan razia pekat, awal hari tadi. Mereka tepergok menanti tamu pria hidung belang di jejeran warung remang-remang, mulai di pinggir jalan raya Kecamatan Besuki sampai Kecamatan Banyuglugur. Lihat itu, petugas Satpol PP segera menggerebeknya. Sejumlah 10 wanita yang terjaring segera diangkut ke mobil petugas, sebelumnya pada akhirnya dibawa ke kantor Satpol PP.

Dari hasil pendataan di ketahui, sejumlah 5 wanita itu datang dari lokasi Situbondo. Sesaat 5 yang lain berdatangan dari kabupaten tetangga, seperti Bondowoso, Probolinggo, Jember, serta Banyuwangi. Beberapa wanita itu mengakui nekat menjual diri, karna menginginkan penuhi keperluan lebaran.

" Anak saya dua, bila ingin lebaran mereka tentu minta pakaian baru. Kasihan bila tidak dibelikan, walau sebenarnya beberapa rekannya tentu gunakan pakaian baru. Belum buat kue lebaran. Bila tidak kerja begini, dari tempat mana saya ingin bisa duit, " papar seseorang wanita yagg mengakui datang dari Situbondo.

Tetapi apa pun argumen mereka tetaplah tidak dapat dibenarkan. Bahkan juga condong tidak mematuhi Perda nomor 27 tahun 2014, mengenai larangan pelacuran di Situbondo.

" Khan masih tetap ada pekerjaan lain yang halal. Bila demikian terang tidak dapat dibenarkan. Terlebih ini bulan puasa, " tegas Kasi Penyidikan serta Penindakan Satpol PP Situbondo, Sutikno.