BREAKINGNEWS.CO.ID - Penyanyi jazz Inna Kamarie memutuskan untuk kembali bersolo karir bersama manajemen Think Dimensi dengan merilis single terbaru berjudul "Cinta Terbaik". Setelah lama vakum dibelantika musik, Inna disibukan dengan kegiatan pendidikan dengan lulus kuliah.

Inna memilih hengkang dari grup vokal yang membawa namanya dari Dewi Dewi pada 1 Juni 2008 dan memutuskan untuk bersolo karier dengan banyak merilis singel yang ia cover dari musik ternama seperti Hujan Gerimis lagu yang di remake pada tahun 2013 milik penyanyi legendaris Benyamin S, Esok Kan Masih ada milik lagu Utha Likumahua, dan lagu terbarunya berjudul Firasaku milik Glenn Fradly yang dinyanyikan duet bersama Piyu.

Di tahun 2018, Inna kembali hadir dengan aransemen baru sebagai solois dengan nuanda Jazz dengan lagu berjudul 'Cinta Terbaik'. Lagu ini ditulis dari pengalaman kisah cinta yang ia alami bersama sang suami, Beben Supendi Mulyana yang merupakan adik dari presenter sekaligus penyanyi Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denada Kusuma atau yang lebih dikenal Dik Doank.

Inna menikah dengan Beben pada tahun 2008 yang terpaut 19 tahun darinya, dan sudah dikaruniai satu anak bernama bernama Ben Sebastian Kamarie yang kini berusia 9 tahun.

"Lagu ini menceritakan kisah cinta aku sama suamiku, kisah perjalanan kami berdua, saya ingin memberikan yang terbaik buat suamiku, intinya tentang doa, liriknya yang paling cepat, setiap momen yang terjadi dari hidupku, judulnya Cinta Terbaik" ujar Inna saat ditemui di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Inna mengaku tidak ada perbedan dengan musik milik suami yang merupakan atlet bulu tangkis di era 1980-an dan juga musisi Indonesia beraliran jazz. Inna bukan partner dan tidak band bareng Beben Jazz.

"Aku pengen Om Beben dateng pas aku rekaman, ini bener-bener lucu langsung , om Beben dateng pas aku rekaman, nonton di balik kaca, didepan aku pas itu juga belum dapet juga, tiba-tiba langsung pas, langsung bungkus, tidak saya punya gaya sendiri, lebih pening hal-hal teknis, karena saya butuh sosok keberadaan Om Beben Jazz, bukan hanya sekedar musik tapi atlet," ujar Inna.

"Sejak menikah, aku punya panggilan kesayangan dari suami, Om Beben panggil saya ngak pernah berubah, dipanggil cantik, saya lagi masak dibilang cantik, jadi aku bilang, Om aku bikin lagu ini buat ayah ya, ini yang aku rasain selama ini," tambah Inna.

"Jadi kata supraise itu memang satu hal yang tapat, bagi saya ini adalah kado, artinya tanpa apapun saya memang mencintai Inna Kamalie tanpa adanya, mencintai karena Allah, jujur dinyanyikan berkali-kali, ada haru yang terus merambah hati dan jiwa saya, bagi saya ini haru," ujar Om Beben.

Berbeda usia 19 tahun Beben mengaku sesuatu yang unik, sama halnya yang dikatakan Inna bahwa sang suami adalah guru, Om Beben juga banyak belajar dari Inna Kamarie.

"Pada dasarnya suka yang unik, jazz, yang saya temukan Inna Kamarie sosok yang ngjazz, bukan hanya jazz dalam bermusik aja, saya belum pernah makan terong sebelum dimasakin Inna Kamarie, ketika kaka Imut ini bikin terong, enak banget, sejak itu saya suka terong, Inna Kamarie selalu melakukan berbagai hal dengan caranya sendiri, kalau dibilang seorang Inna Kamarie unik, salah satu orang terunik. Setelah saya tau Inna Kamarie unik, setelah saya tau Inna Kamari unik, setelah itu cara kami dalam hal cinta, hidup, saya selalu menjadikan Inna kamarie jadi diri sendiri aja, satu lagi adalah melengkapi saya," tambah Om Beben.

Inna Kamarie menceritakan sempat mengalami bipolar disorder. Penyakit yang didiaknosa pada tahun 2013 silam. Penyakit yang mempengaruhi suasana hati secara drastis ini diidap Inna sejak kecil.

“Saya didiaknosa bipolar sejak kecil, pas sekolas SMA kelas 2 saya sempat pernah ingin loncat dari gedung, saya nggak tau kalo punya bipolar sampai ketemu sama Om Beben, udah terkenal di Dewi Dewi, tapi ini ada yang salah di diri saya, saya punya dunia saya sendiri, padahal saya menyadari saya bisa cemerlang di berbagai bidang,” ujar Inna.