BREAKINGNEWS.CO.ID - Boston, Amerika Serikat bukanlah kota yang terkenal akan kelezatan dagingnya. Maka sebuah restoran steik di Boston menawarkan hal lain yang menarik perhatian khalayak, terutama para pengguna media sosial. Seperti dilansir dari Latimes, Sabtu (30/6/2018), pemilik Boston Chops sadar betul betapa besar pengaruh media sosial kini. Karena itu mereka menghadirkan "Instagram Table" di restoran steiknya.

Meja spesial bernilai 10 ribu Dolar AS (sekitar Rp141,4 juta) ini diharapkan dapat membantu pengunjung memotret steik ribeye seberat 510 gram yang mereka santap. Meja instagram ini tersedia di cabang kedua Boston Chops, yang berlokasi di Downtown Crossing. Restoran pertama mereka dibuka pada 2013 di kawasan South End, Boston.

Sebelumnya, dinukil Los Angeles Times, pemilik resto Chris Coombs dan Brian Piccini bertemu dengan influencer media sosial, arsitek, dan fotografer profesional. Bersama, mereka merancang ruang agar para pegiat media sosial dapat berkreasi, mengambil foto makanan dengan mudah dan bagus.

Meja instagram ini memiliki fitur yang dapat disesuaikan kebutuhan dan keinginan para tamu melalui aplikasi pada ponsel. Ini termasuk lampu yang dapat diatur posisinya, intensitas cahayanya, bahkan sampai suhu warna pun dapat diubah menurut selera.

Sebagai informasi, cahaya adalah salah satu unsur penting dalam menghasilkan foto yang sempurna. Maka tak heran jika meja instagram ini memiliki fitur tata cahaya yang cukup paripurna. "Media sosial adalah bagian penting dari adegan makan saat ini, beda dengan lima tahun lalu, kami tidak perlu memikirkannya ketika membuka Boston Chops South End," kata Coombs dalam sebuah rilis.

Lanjut Coombs, "Sekarang, sangat penting bahwa foto-foto interior restoran dan makanan harus bagus ketika diunggah secara daring oleh para buzzer/influencer. Ini adalah alat pemasaran yang bagus, orang-orang bisa melihat makanan, dekorasi dan koktail kami. Harapannya ini semua dapat memikat mereka sehingga kemudian mencobanya sendiri."

Untuk bisa mendapatkan tempat duduk di Instagram Table Boston Chops, pelanggan harus menelepon dulu untuk memesannya. Jika kurang beruntung, pelanggan masih bisa memesan kursi lain di restoran seluas 929 meter persegi ini.

Seorang juru bicara restoran mengatakan, selain Instagram Table, penjuru resto juga dipenuhi oleh latar dan hal-hal lain yang juga instagramable. Dengan komponen desain, seni yang dirancang sedemikian rupa hingga ramah untuk media sosial.

Selain steik, Boston Chops juga menyajikan berbagai menu seperti tiram mentah, kroket ekor sapi, hati yang direndam herba, onion ring dengan aioli pedas, dan masih banyak lagi pilihan menu lain.

Forbes menulis, Boston Chops pernah terpilih sebagai Best New Steakhouse versi majalah Food & Wine pada 2014. Sejak saat itu resto ini konsisten masuk dalam berbagai daftar resto terbaik di Boston. Penghargaan lain yang juga pernah diperoleh resto ini adalah Wine Spectator Award of Excellence. Resto dua lantai ini menempati bangunan bekas bank Old Colony Trust pada 1890. Nuansanya mewah sekaligus memperlihatkan sisi kota yang modern.

Komponen desain termasuk langit-langit berkubah, dinding marmer dari lantai ke langit-langit, lampu dengan material besi tempa, tempat duduk berbahan beludru dan kulit, juga lantai kayu dan marmer serta ubin mosaik asli. Boston Chops cabang baru ini memiliki tiga bar terpisah. Area lounge-nya menempati bekas lemari besi bank yang juga terhubung ke ruang anggur, dan tiga ruang makan privat. Meski Boston Chops mengklaim sebagai satu-satunya resto yang punya Instagram Table, banyak resto lain yang juga sudah memikirkan kebutuhan konsumennya untuk menghasilkan foto makanan dan minuman paripurna.

The Verge melaporkan, kini berbagai restoran berlomba-lomba menawarkan ke-instagramable-an. Lewat motif ubin antik, wallpaper bergambar unik, menu yang dikemas menarik, sampai berbagai mural warna-warni yang bisa jadi latar foto menarik. Di London, Inggris, restoran Dirty Bones bahkan menawarkan paket foodie instagram. Di dalamnya termasuk lampu LED, lensa wide angle clip-on, juga kombinasi tripod dan tongkat swafoto, plus pengecas.

"Orang-orang gemar membagikan apa yang mereka makan di media sosial. Jadi kami ingin membuat sesuatu yang mempermudah mereka mendapatkan hasil foto sempurna, tak peduli bagaimanapun kondisi cahaya pada saat itu," jelas jubir Dirty Bones pada Mashable. Memang ada aplikasi ponsel yang biasa digunakan untuk menyunting gambar hingga bisa paripurna. Tapi, apa sebenarnya tujuan seseorang makan di restoran? Untuk mendapatkan foto yang bagus, bukan?