Positif Covid-19 Bertambah, Airlangga Minta Perketat Penerapan Protokol kesehatan

BREAKINGNEWS.CO.ID - Kasus positif virus corona di Indonesia hingga 22 Juli 2020 mengalami penambahan sebanyak 1.882 kasus. Sementara jumlah yang meninggal bertambah sebanyak 139 orang. Data penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia kini dipublikasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Positif Covid-19 Bertambah, Airlangga Minta Perketat Penerapan Protokol kesehatan

BREAKINGNEWS.CO.ID - Kasus positif virus corona di Indonesia hingga 22 Juli 2020 mengalami penambahan sebanyak 1.882 kasus. Sementara jumlah yang meninggal bertambah sebanyak 139 orang. Data penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia kini dipublikasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Tercatat jumlah akumulasi positif Covid-19 sebanyak 91.751 orang. Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 bertambah 1.789 orang pada hari itu. Kini total sembuh menjadi 50.255 orang. Sementara, jumlah yang meninggal bertambah 139 orang, sehingga totalnya 4.459 orang

Penambahan tersebut juga dibarengi adanya penutupan kembali sejumlah perkantoran baik swasta, BUMN maupun pemerintah akibat banyaknya karyawan maupun pegawai terjangkit corona membuat pemerintah kembali gusar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan PEN Airlangga Hartarto pun ikut angkat bicara terkait hal tersebut. Menurut dia perlu disiplin ketat untuk menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan di lingkungan kerja.

"Displin kesehatan yang ketat perlu dilakukan dan menggandeng aparat penegak hukum serta yang utama ialah kesadaran masyarakat," ujar Airlangga dalam video wawancara secara virtual di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Menurut dia pemerintah juga terus bersinergi dengan pusat dan daerah untuk terus memperketat protokol kesehatan. Pihaknya meminta agar masyarakat tetap patuh dan tidak meremehkan anjuran protokol kesehatan seperti memkai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan.

Bahkan pihaknya terus memonitor kerja dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang baru saja dibentuk oleh Presiden Joko Widodo. Ia meminta agar tim terus bekerja keras memotong rantai penyebaran Covid-19

"Saya juga sampaikan untuk memperkuat komitmen agar lebih bekerja keras dan bergerak cepat, sehingga upaya percepatan penanganan dapat berkontribusi signifikan, terutama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daya beli masyarakat," jelasnya.

Masalah Pandemi Covid-19 tentunya tak bisa ditangani sebagian saja atau sepotong demi sepotong. Namun penanganan Covid juga harus dilakukan secara tegas dengan ancaman hukuman yang lebih keras lagi agar benar-benar menimbulkan efek jera pada pelanggaranya.