Pesta Bubar, Saham Raja Film RAAM Sentuh ARB

Per pukul 09:13 WIB, saham RAAM terpantau ambles 6,38% ke harga Rp 660/saham.

Pesta Bubar, Saham Raja Film RAAM Sentuh ARB
image

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah mencetak auto reject atas (ARA) selama lima hari beruntun, saham perfilman milik Ram Punjabi yakni PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) terpantau berbalik ambles dan menyentuh auto reject bawah (ARB) pada perdagangan sesi I Senin (15/5/2023).

Per pukul 09:13 WIB, saham RAAM terpantau ambles 6,38% ke harga Rp 660/saham.

Saham RAAM pada awal perdagangan hari ini sudah ditransaksikan sebanyak 3.509 kali dengan volume sebesar 39,36 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 28,05 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 4,09 triliun.

Hingga pukul 09:13 WIB, di order offer atau jual, terdapat 437.685 lot antrian di harga Rp 660/saham, sekaligus menjadi antrian jual terbanyak untuk perdagangan pagi hari ini.

Sementara di order bid atau beli, belum ada antrian yang tertera kembali, menandakan bahwa saham RAAM sudah menyentuh ARB.

Selama lima hari beruntun sebelum mencetak ARB pagi hari ini, saham RAAM berhasil melesat hingga 141,44%. Sedangkan dari harga IPO-nya hingga Jumat pekan lalu, saham RAAM meroket 201,28%.

Meski pagi hari ini saham RAAM menyentuh ARB, tetapi dari harga IPO-nya, saham RAAM masih melesat 182,05%.

Saham RAAM terbilang menjadi saham IPO 2023 yang cukup berhasil, karena sahamnya berhasil mencetak ARA lebih dari dua atau tiga kali, tidak seperti saham IPO 2023 yang hanya mencetak ARA setidaknya tiga kali saja.

Sebelumnya, RAAM menentukan harga penawaran Rp 234 per saham. Emiten saudara dari Manoj Punjabi ini menawarkan sebanyak 929,2 juta lembar saham baru yang dikeluarkan dari portepel perusahaan.

Emiten produksi film seperti 'Soekarno' dan 'Hijrah Cinta' ini berencana menggunakan dana hasil IPO antara lain 81,6%-nya untuk modal kerja perseroan, yaitu pembiayaan produksi film/web series/sinetron dan lainnya.

Lalu, sekitar 18,4% setoran modal untuk PT. Platinum Sinema (kepemilikan saham 99,99%). Dana akan digunakan untuk membangun dan mengoperasikan satu teater baru di kebumen. Sinema ini direncanakan untuk mulai beroperasi pada 2Q2023.

Selain di Kebumen, 3 teater baru dalam proses perolehan izin PKKPR dan NIB yang direncanakan beroperasi tahun 2023 di Banyuwangi, Tabanan, Kualakapuas. Sedangkan 5 teater baru dalam proses perolehan izin PKKPR dan NIB yang direncanakan beroperasi tahun 2024 di Garut, Padang Sidempuan, Bondowoso, Demak, Pangkalan Bun.

Selain itu, RAAM tengah membidik lonjakan pendapatan tahun ini dengan merilis 10 film baru di berbagai platform Over The Top (OTT). Selain itu, perseroan akan memproduksi 180 jam sinetron.

"Saat ini sedang dalam persiapan dan mudah-mudahan akan berjalan sesuai rencana," kata Founder dan Komisaris Utama Tripar Multivision Plus, Raam Punjabi.

Dia menambahkan, dari segi genre, perseroan akan mengeluarkan beberapa versi seperti 1 film komedi, 4 film horor, dan 2 film bergenre drama. Emiten baru yang akan menggunakan kode saham RAAM tersebut berharap film-film barunya dapat diserap secara baik oleh para penonton di Indonesia.

"Kami selalu mempunyai harapan penonton bisa sampai 5 juta sekian," ucap Raam Punjabi.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Saham Bank Loyo, Efek Silicon Valley Bank Bangkrut?


(chd/chd)