KKN di Desa Penari, Film Indonesia Pertama Tembus 10 Juta Penonton, Ini Alasan Genre Horor Disukai

Tiga film terlaris Indonesia yakni "KKN di Desa Penari", "Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1" dan "Pengabdi Setan 2: Communion.

KKN di Desa Penari, Film Indonesia Pertama Tembus 10 Juta Penonton, Ini Alasan Genre Horor Disukai
image

JAKARTA, KOMPAS.TV - Film KKN di Desa Penari yang diadaptasi dari utas Twitter akun SimpleMan telah ditonton lebih dari 10 juta penonton di bioskop.

Rumah produksi MD Pictures mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi dari film "KKN di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni" yang saat ini tayang dibioskop dan "KKN di Desa Penari" yang rilis pada 30 April 2022 lalu.

“10.000.000++ orang sudah bertemu Badarawuih,” tulis akun Instagram @kknmovie pada Minggu (8/1/2023).

MD Pictures pun mengucap terima kasih kepada penonton yang sudah menyaksikan flm garapan sutradara Awi Suryadi ini. 

Baca Juga: Cuplikan Sewu Dino Bakal Tayang di KKN di Desa Penari: Luwih Dowo Luwih Medeni, Catat Tanggalnya!

“Terima kasih atas dukungan dan apresiasinya untuk KKN di Desa Penari sehingga film ini menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa,” tuturnya.

Film bergenre horor memang memiliki tempat tersendiri di hati penikmat sinema Indonesia. Terbukti, dua dari tiga film terlaris Indonesia sepanjang masa, bergenre horor.

Melansir filmindonedia.or.id, tiga film terlaris Indonesia yakni "KKN di Desa Penari", "Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1" dan "Pengabdi Setan 2: Communion".

Lantas, mengapa banyak orang suka dengan film horor?

Menurut psikolog Elizabeth Kaplunov, memang ada beberapa orang yang menikmati saat menonton film menyeramkan.

Elizabeth mengatakan hal ini karena rasa takut memberi seseorang aliran adrenalin yakni hormon yang dapat membuat seseorang merasa bersemangat, waspada, dan responsif.

Selain itu, plotnya film horor, misteri, thriller biasanya memiliki hal-hal cerdik untuk mengarahkan penontonnya. 

Baca Juga: Adegan yang akan Terjawab di "KKN di Desa Penari Extended", Salah Satunya Prolog Widya dan Ibunya

Elizabeth menambahkan film horor atau menyeramkan ternyata ada manfaat terapeutik bagi orang yang memiliki fobia. 

"Dengan menyelidiki bagaimana manusia memperoleh kesenangan dari rasa takut, kami menemukan tampaknya ada kenikmatan dimaksimalkan," kata peneliti seperti dilansir Medical Daily, Senin (9/1/2023).

Film horor meniru ketakutan atau ancaman kehidupan nyata tetapi para penonton dapat belajar mengendalikan reaksi mereka tanpa berhadapan langsung.