Aleg PKS Dorong Menparekraf Optimalkan Sineas Indonesia Produksi Film Edukatif Menghibur

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS Fahmy Alaydroes meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendorong sineas-sineas Indonesia memproduksi film yang bersifat edukatif dengan…

Aleg PKS Dorong Menparekraf Optimalkan Sineas Indonesia Produksi Film Edukatif Menghibur

Jakarta (31/08) — Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS Fahmy Alaydroes meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendorong sineas-sineas Indonesia memproduksi film yang bersifat edukatif dengan kemasan menghibur sehingga dapat menarik jumlah penonton.

Film edukatif ini dinilai penting terutama bagi anak-anak di tengah maraknya film dari luar negeri.

“Film-film edukasi itu sangat kita butuhkan, sangat kita perlukan. Misalnya fenomena film Buya Hamka ya, Buya Hamka kemarin dahsyat tetapi kalah, kalah tayang kan? kalah saing dengan film-film horor,” ungkap Fahmy Alaydroes dalam Rapat Kerja Komisi X dengan Menteri Parekraf di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (30/8/2023).

Film-film horor di Indonesia, menurutnya, cenderung lebih banyak diminati seperti Film Sewu Dino, Waktu Maghrib, dan KKN di Desa Penari yang mencetak rekor tembus mencapai 10 juta penonton. Sementara film Buya Hamka yang bersifat edukatif hanya mencapai 1,2 juta penonton. Untuk itu, ia berharap film edukatif ini dapat dikemas lebih menarik agar dapat lebih menarik minat publik.

“Sementara film Buya Hamka yang sangat edukatif itu juga tertatih walaupun pembiayaan sangat besar. Barangkali bisa dikombinasi ya bagaimana agar film tayangan yang sangat edukasi itu dikemas sedemikian rupa tetap menjadi tontonan yang bermakna tapi tetap menghibur,” ujar Politisi Fraksi PKS itu.

Lanjutnya, Ia mencontohkan film Mencuri Raden Saleh sebagai film yang memiliki muatan sejarah namun dikemas dengan cukup menarik dan mendapat jumlah penonton hingga 2,3 juta. Ia pun meminta Kementerian Parekraf untuk dapat mendorong sineas Indonesia memproduksi atau memadukan film yang bersifat edukatif agar lebih menghibur dan menarik.

“Nah mungkin Barekraf bisa terus mendorong sineas-sineas kita, creator-creator kita untuk lebih memadukan, walaupun saya dapat informasi pembuatan (film) Buya Hamka ini memang tidak dimaksudkan untuk komersil karena idealisme tinggi tapi kan kita harus terus memicu, memacu agar terjadi banyak sekali produksi film-film yang sukses di di sisi komersil tapi juga sukses di sisi pesan-pesan,” tuturnya.

Film-film bersifat edukatif untuk anak seperti Film Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi juga diharapkan untuk lebih banyak diproduksi. Hal ini penting untuk memberikan input edukasi bagi anak-anak ditengah maraknya film dari luar negeri.

“Sangat penting ya anak PAUD dan anak SD kita itu dari sekarang harus terus diberikan input-input edukasi melalui berbagai jalur di tengah-tengah dahsyatnya film-film dari luar negeri yang tentu mungkin bebas nilai dan seterusnya. Ini menjadi tantangan yang sangat luar biasa dan pekerjaan mulia Mas Menteri, dunia akhirat Insyaallah,” pungkasnya.