Adik Prabowo Sindir Capres Suka Nonton Bokep dan Antibola

Hashim Djojohadikusumo mengatakan Prabowo memiliki karakter berbeda dengan sosok capres yang dinilai juga akan melanjutkan program Presiden Jokowi.

Adik Prabowo Sindir Capres Suka Nonton Bokep dan Antibola
image
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyindir sosok calon presiden (capres) yang suka menonton film bokep alias porno dan antibola.

Hal tersebut disampaikan Hashim dalam acara pelantikan dan deklarasi Relawan Prabowo Mania 08 Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (20/5).

Awalnya Hashim menyinggung tiga hal penting yang dimiliki Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dibanding dua bakal capres yang sudah dideklarasikan sejumlah partai.

"Karakter Prabowo jelas beda. Yang sekarang muncul tiga kandidat. Yang satu (calon lain) akan menghentikan atau tidak melanjutkan program Pak Jokowi. Yang satu lagi menyatakan melanjutkan," kata Hashim.

Hashim mengatakan Prabowo memiliki karakter berbeda dengan sosok capres yang dinilai juga akan melanjutkan program Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, Prabowo sosok yang berbeda lantaran suka membaca buku. Ia mengklaim Prabowo bisa membaca 2 sampai 3 buku dalam satu minggu.

Adik Prabowo itu lantas menyinggung sosok capres yang suka menonton film bokep. Ia mengaku awalnya tak mengetahui istilah bokep sebelum akhirnya menelusuri di Google.

"Yang satu lagi kandidatnya suka bokep, sampai sekarang tidak menyesal dan (belum) menarik pernyataannya ya sampai sekarang. Kesimpulan kita itu di dalam video dia suka bokep. Ya oke. Tergantung siapa yang mau milih," ujarnya.

Hashim lantas menyebut Prabowo sosok yang pro-olahraga. Saat ini, kata Hashim, Prabowo menjadi Ketum Persatuan Pencak Silat Indonesia. Menurutnya, Prabowo juga cinta sepak bola.

"Terus olahraga bola. Yang satu lagi lawan Prabowo pesaingnya antibola Indonesia, antibola nasional. Terus terang saja banyak penggemar bola, termasuk saya dan kawan-kawan, kecewa," katanya.

"Kapan lagi anak-anak dan cucu saya yang suka nonton bola, kapan lagi Indonesia tuan rumah dan untuk alasan tertentu yang tidak masuk akal, lawannya Prabowo ikut menggagalkan piala dunia," ujar Hashim.

Selain dua hal itu, Hashim juga menyebut Prabowo bukan petugas partai, melainkan petugas rakyat Indonesia.

"Ini penting, yang satu petugas partai, sudah jelas dia menerima amanat petugas partai. Prabowo adalah pelayan rakyat, petugas rakyat, pengabdi. Saya kira bangsa Indonesia ada pilihan, mau petugas partai atau petugas rakyat. Mau yang mendukung sepakbola atau tidak," katanya.

Baca berita selengkapnya di sini.

(tim/fra)

[Gambas:Video CNN]