BREAKINGNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menuturkan bahwa Menteri Luar Negeri Inggris yang beberapa waktu terakhir mengundurkan diri akibat krisis Brexit, Boris Johnson, akan menjadi seorang Perdana Menteri hebat.

"Saya tidak ingin membandingkan satu dengan yang lain. Saya hanya mengatakan saya pikir dia akan menjadi perdana menteri yang hebat. Saya pikir dia punya kemampuan itu," ujar Trump kepada The Sun, Jumat (13/7/2018). Dalam wawancara yang dilakukan tak lama setelah Trump disambut Perdana Menteri Theresa May setibanya di Inggris itu, Trump menyayangkan Johnson harus mengundurkan diri dari pemerintahan karena perbedaan pendapat mengenai Brexit.

"Saya sangat menghormati Boris. Dia jelas menyukai saya, dan mengatakan hal baik mengenai saya. Saya sedih melihatnya meninggalkan pemerintahan dan saya harap dia kembali pada satu titik," katanya. "Saya rasa dia adalah wakil yang baik bagi negara Anda." Boris Johnson sendiri adalah salah satu pejabat yang dijagokan untuk menggantikan May jika suatu saat terjadi penggulingan karena sang PM dianggap tak mampu mengatasi krisis Brexit.

Johnson mengundurkan diri hanya berselang sehari setelah Menteri urusan Brexit, David Davis, mengambil langkah serupa. Kedua menteri tersebut mundur karena tak setuju dengan hasil rapat pada Jumat pekan lalu, di mana May meminta kabinet mendukung gagasannya untuk keluar dari Uni Eropa, tapi masih menjalin hubungan dagang sedekat mungkin dengan blok tersebut.

Menurut Davis, rencana itu membuat "kendali yang seharusnya dipegang Parlemen menjadi ilusi." Davis mengkritik keras proposal "buku aturan umum", yang membuka jalan bagi memungkinkan perdagangan bebas, dengan menyatakan isi proposal itu sama saja seperti "menyerahkan kendali sebagian besar ekonomi kita ke Uni Eropa dan bukanlah mengembalikan kendali hukum kita dalam artian sebenarnya. Saya juga tidak yakin bahwa pendekatan negosiasi kita tidak hanya akan menuntut konsensi lebih jauh," kata dia sambil menekankan bahwa Kementerian Brexit membutuhkan 'seseorang antusias pada pendekatan Anda dan bukanlah sekadar melakukan kewajiban dengan enggan'.

May dalam jawaban surat menyatakan rencana Brexit-nya, 'tidak diragukan lagi akan mengembalikan kekuatan Brussels ke Inggris' dan sejalan dengan komitmennya untuk meninggalkan pasar tunggal dan bea cukai Uni Eropa."Saya mengucapkan terima kasih kepada Anda atas segala yang Anda lakukan selama dua tahun terakhir menjadi Menteri Negara yang membentuk keluarnya kami dari Uni Eropa," kata May.