BREAKINGNEWS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Berbeda dari sebelumnya, kali ini KPK melakukan OTT dengan menyasar anggota legislatif (DPR RI). OTT tersebut melibatkan Eni Maulani Saragih yang berasal dari Komisi VII DPR Fraksi Golkar. OTT tersebut dengan barang bukti berupa uang senilai Rp500 juta.

Menanggapi hal itu politisi Partai Golkar Dave Laksono berharap azas keadilan dan praduga tak bersalah agar di terapkan dalam kasus yang melibatkan Eni itu. Menurutnya hal itu dilakukan demi tegaknya hukum di Indonesia. " Saya harap azas keadilan dan praduga tak bersalah untuk dapat di terapkan dalam kasus tersebut," katanya saat dihubungi breakingnews.co.id melalui pesan singkat pada Jum'at (13/7/2018).

Terkait kasus itu, dirinya membantah jika perolehan suara partai yang berlambang pohon beringin itu akan merosot. Mengingat saat ini merupakan tahun politik dan juga pada tahun 2019 mendatang akan dilaksanakan pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres). "Perolehan suara baru bisa dinilai berdasarkan survey dan juga dilihat dari peforma para calon legislatif (Caleg). Sehingga tidak bisa dinilai hanya karena satu case (kasus) saja," ujar Dave yang juga anggota DPR itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK kembali menggelar OTT. Kali ini KPK dikabarkan menangkap anggota DPR RI. Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan membenarkan OTT tersebut. KPK, kata Basaria, mengamankan sembilan orang yang salah satunya adalah anggota DPR RI. "Ya benar. Sore tadi KPK mengamankan sembilan orang, yang terdiri dari unsur anggota DPR-RI, staf ahli, supir dan pihak swasta," ujar Basaria kepada BreakingNews.co.id, Jumat (13/7/2018) malam. OTT tersebut kata Basaria setelah KPK mendapat informasi dari masyarakat. "Setelah ada informasi dari masyarakat yg kami kroscek ke lapangan, ditemukan bukti-bukti telah terjadi transaksi antara swasta dan penyelenggara negara," jelasnya.

Dalam OTT tersebut juga, kata Basaria, KPK telah amankan uang sejumlah Rp500 juta yang diduga terkait dengan tugas di Komisi VII DPR-RI. "KPK mengamankan uang rupiah lima ratus juta. Kami duga terkait dengan tugas di Komisi VII DPR-RI," tukas Basaria.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan Politikus Partai Golkar, Maman Abdurahman mengatakan, sekitar Pukul 15.00 WIB KPK menyambangi rumah Menteri Sosial Idrus Marham menjemput ES. "Petugas KPK menemui Mbak ES untuk ikut ke Kantor KPK untuk dimintai keterangan dengan menunjukkan Sprindik. Sekitar pukul 15.15 wib ES ijin pamit pergi bersama KPK," ujar Maman melalui keterangannya.